Emas Putih Atau Platina

(Artikel ini pernah diterbitkan dalam majalah "Jewellery Indonesia" edisi Januari - February 2004.)


Emas murni umumnya disebut emas 24 Karat atau 99,99%. Ini berarti tidak ada campuran logam lain. Tetapi emas murni lunak dan mudah berubah bentuk jk dijadikan perhiasan utk dipakai sehari-hari. Jd alasan utama mengapa emas murni perlu dicampur dengan logam lainnya adalah: agar emas jd lebih keras. Emas 75% atau dengan cap 750, berarti kandungan emas murninya 75% sedangkan sisanya 25% adalah logam lain, misalnya : perak atau tembaga.

Foto

Warna emas dapat diatur sesuai dengan keinginan dgn mencampurkan sejumlah logam lain ke dalamnya. Dgn menambahkan tembaga, emas bs jd kemerah-merahan; penambahan perak akan memberi kesan kehijau-hijauan pd warna emas, sedangkan penambahan palladium atau nikel akan menghasilkan emas dengan warna putih.

Lalu apakah perbedaan emas kuning dengan emas putih?


Emas putih memang trendi belakangan ini, tetapi apa yg tidak disadari oleh para pembeli perhiasan emas adalah : Sesungguhnya tidak ada logam yang namanya "Emas Putih". Kenyataannya bahwa hampir semua logam yang ada di alam warnanya adalah ke-abu-abuan, kecuali emas dan tembaga. Alloy atau bahan logam untuk mencampur emas terbuat dari campuran antara beberapa jenis logam yang berlainan yang diperlukan untuk memberikan efek warna yang diinginkan bahkan efek metalik.

Baja misalnya, merupakan kombinasi antara besi, nikel dan elemen metalik lainnya. Begitu pula emas putih juga merupakan campuran antara emas (yang tentu saja berwarna kuning) dgn jenis logam yg lebih putih seperti : palladium nikel dan unsur metalik lainnya. Sehingga walaupun disebut "Emas Putih", akan tetapi krn terdapatnya kandungan emas murni dlm campuran tsb, hasil yg didapatkan tetap akan tampak putih kekuning-kuningan.

Emas putih adalah campuran emas murni dgn logam yg lebih putih, antara lain : nikel, perak atau palladium. Jadi emas putih kadar emasnya bisa saja: 75%, 70%, 50% atau bahkan mungkin dibawah 40%, tetapi tidak ada emas putih yang kadarnya 99%. Pada umumnya perhiasan emas putih di Indonesia kadar emasnya 75%, 70%, atau 42%. Emas putih dgn kadar 75%, artinya kandungan emas murninya adalah 75%, sedangkan sisanya yg 25% adalah campuran nikel, perak dan paladium.

Emas putih baru mulai digemari di Indonesia sejak krisis ekonomi sekitar akhir tahun 1997 dan mulai naik popularitasnya pada 2 tahun belakangan ini. Krn kurangnya informasi dari para penjual emas perhiasan sehingga berkembang pemahaman yg salah di kalangan pemakai perhiasan bhw emas putih sama dengan Platina.


Sesungguhnya tidaklah demikian, krn Platina adalah unsur logam yg berdiri sendiri. Pada tabel unsur kimia, lambang unsur Platina adalah Pt dan lambang unsur kimia utk emas adalah Au (Aurum). Sedangkan emas putih merupakan campuran emas / Aurum dgn jenis logam lainnya, jadi tentu saja emas putih TIDAK SAMA dengan Platina (Pt ≠ Au).


EMAS PUTIH = Au + unsur lain spt nikel (Ni), perak (Ag), atau Palladium (Pd).

Mengapa Platina begitu mahal??


"Supply and Demand" merupakan salah satu jawabannya. Platina lebih langka daripada emas, dan beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak berkembang industri baru yg mempergunakan Platina. Faktor lain, yaitu dikarenakan oleh titik leburnya yg sangat tinggi (3.214'F) serta tingkat kesulitan yg tinggi dalam proses ekstraksi dan pemurnian Platina, mengakibatkan biaya produksi Platina menjadi sangat tinggi.

Platina kira-kira 2 kali lipat lebih keras daripada emas dan utk berat yg sama harganya sekitar 2,5 kali lebih tinggi dari emas. Jadi untuk perhiasan yang sama beratnya, harga perhiasan yang terbuat dari Platina bisa 5 kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dgn perhiasan yg terbuat dari emas putih. Platina merupakan logam yg sangat keras sehingga memerlukan peralatan dan keahlian khusus utk membuatnya menjadi perhiasan.

Platian pertama kali dijadikan mata uang koin di Rusia pd tahun 1828 dan mulai dipergunakan sbg perhiasan di Eropa pada pertengahan abad ke 19. Sebelum ditemukannya kandungan Platina dlm jumlah besar di Rustenberg Afrika Selatan, 93% kebutuhan Platina dunia berasal dari Rusia. Pada saat ini, Afrika Selatan menghasilkan sekitar 70% produksi dunia akan Platina, sedangkan Rusia hanya sekitar 5-20%.

Perhiasan emas putih dan platina pada tahap akhir pembuatannya hampir selalu dilapisi atau disepuh dengan Rhodium. Rhodium lebih langka lagi drpd Platina, sehingga harganya pun lebih mahal daripada Platina. Rhodium sangat putih, berkilap, sangat keras dan tidak mudah luntur. Platina sebaliknya berwarna putih keabu-abuan, oleh krn itu sebagian besar perhiasan platina juga disepuh dgn Rhodium.


Pada perhiasan Platina, apabila lapisan Rhodiumnya pudar atau luntur, tidak begitu nyata perbedaannya. Berbeda dgn kebanyakan perhiasan emas putih (terutama yg handmade), bila lapisan Rhodiumnya luntur, akan tampak pucat kekuning-kuningan krn memang kenyataannya itulah warna asli dari emas putih. Tetapi belakangan ini telah dikembangkan alloy jenis baru utk campuran emas putih, yg lebih putih warnanya, sehingga walaupun lapisan Rhodiumnya luntur, warnanya tetap putih.

TAHUKAN ANDA ??

- Emas putih lebih keras dari pada emas kuning? Karena jenis logam utk campuran dlm membuat emas putih (palladium atau nikel) lebih keras dari pada logam utk campuran emas kuning (perak dan tembaga)

- Emas putih merupakan campuran dari emas kuning dgn logam putih spt palladium & nikel? Jadi walaupun warna campurannya berwarna putih, tetap sedikit kekuning-kuningan.

- Warna emas tdk menentukan kadar emasnya? Krn warna emas ditentukan oleh logam campurannya. Jadi bisa saja emas yg kadarnya sama adalah 75% warnanya lebih kuning krn dari 25% campurannya, kandungan peraknya lebih banyak, atau lbh merah krn kandungan tembaganya lebih banyak. Bahkan menjadi emas putih apabila campurannya adalah palladium atau nikel.

- Diperlukan sekitar 10 ton bahan mentah utk menghasilkan 1 Troy Once Platina, lebih dari 2 kali lipat dari bahan mentah yg diperlukan untuk menghasilkan emas dalam jumlah yang sam

Leia Mais >>

  ©Investasi Emas - Todos os direitos reservados.

Template Modifikasi Inverter | Topo